Tata cara ibadah ibadah haji adaalh sebagai berikut. Setelah jamaah selesai melakukan umroh, maka jamaah menunggu hari Arofah untuk berangkat ke Arofah memulai ibadah haji. Cara pelaksanaan ibadah ibadah haji yang pertama adalah ihram.

Mabit di Arofah
Mabit di Arofah

Jamaah Haji Berangkat Menuju Arofah

Pada tanggal 8 Dzulhijjah (disebut hari tarwiyah) berpakaian ihram dari tempatnya masing-masing di Mekah (seperti ketika ihram di miqat) dengan niat ibadah ibadah haji (yang melakukan ibadah haji Tamattu’) sambil mengucapkan lafadz,

Labbaika allahumma hajjan. Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk beribadah ibadah haji”.

            (Urutan pelaksanaannya: mandi dan wudhu, berihram, shalat sunnah dilanjutkan dengan niat).

Pada hari itu juga (8 Dzulhijjah/Tarwiyah) berangkat ke Mina untuk melakukan mabit (bermalam). Selama di Mina melakukan shalat zuhur, ashar, magrib, isya dan subuh (shalat yang 4 rakaat di qashar tanpa di jama’). Bagi jamaah ibadah haji Indonesia biasanya langsung bermalam di Arafah mengingat perkiraan waktu yang tidak memungkinkan untuk ke Mina dahulu. Hal tersebut tidak mengapa karena tidak termasuk rukun maupun wajib ibadah haji. Mengerjakan mabit di Mina hukumnya sunnah.

Selanjutnya, pekerjaan yang terpenting dari ibadah ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Setelah terbit matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah ibadah haji berangkat ke Masjid Namirah yang terletak diperbatasan Arafah dengan iringan bacaan talbiyah terus menerus, kemudian menuju tempat wukuf (tenda yang sudah disediakan) di Arafah. Jangan membayangkan padang Arafah seperti di zaman Nabi saw karena sekarang tempat wukuf itu berupa tenda-tenda yang begitu banyak.

Wukuf dimulai sejak tergelincir matahari (zuhur) sampai menjelang terbenam matahari (magrib). Jadi setelah masuk waktu zuhur, jamaah melakukan shalat zuhur dan asar dengan cara jama taqdim qashar, kemudian mendengarkan khutbah Arafah. Biasanya tiap-tiap kelompok bimbingan ibadah ibadah haji ada salah seorang ustadz yang menyampaikan khutbah.

Setelah selesai khutbah maka jamaah ibadah haji diminta untuk memperbanyak doa sambil menghadap ke qiblat dan mengangkat kedua belah tangan. Selain berdoa disarankan untuk memperbanyak pula taubat, memohon ampun kepada Allah, sebab saat wukuf adalah saat yang tepat untuk berdoa dan bertobat.

Tempat dan waktu inilah doa paling diijabah dan tobat diterima. Apabila waktunya masih cukup (karena sampai magrib) maka disarankan memperbanyak pula ibadah lainnya seperti membaca al-Qur’an, takbir, tahmid, tahlil, dan lain-lain. Ketika melakukan wukuf dengan berdoa, berdzikir atau membaca al-Qur’an sebaiknya menghadap ke kiblat.

Selama wukuf, jamaah ibadah haji biasanya berada didalam tenda atau kemah. Tenda dibagi-bagi berdasarkan negara, kota dan daerah masing-masing. Hati-hati apabila ingin melihat-lihat tenda dari negara atau tempat lain karena bisa jadi kita tidak memperhatikan tanda batas akhir Arafah sehingga wukuf kita batal. Supaya aman, tetaplah berada didalam kemah untuk berdoa, berdzikir dan membaca al-Qur’an.

Selama wukuf hendaknya tidak melakukan sesuatu yang tidak pantas atau tidak sesuai dengan kesucian ibadah dan kesyahduan wukuf. Jangan mengobrol percuma, bersenda gurau atau mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Kesempatan langka ini harus dipergunakan sebaik-baiknya karena datangnya hanya setahun sekali dan bisa jadi seumur hidup sekali.

Dalam ibadah umroh, tidak ada ibdah wukuf di Arofah. Ibadah umrah hanya dikerjakan di sekitar Masjidil Haram saja. 

Untuk mendapatkan informasi biaya umroh murah desember, Bapak Ibu bisa membuta link website www.perjalananumroh(dot)com. Ada banyak inforamsi seputar perjalaann dan ibadah umroh. Silakan semoga bermanfaat.

Leave a Reply