Untuk para Ibu, wanita karir. Sadarlah bahwa di saat kamu kerja, anakmu terlantar dan sangat merindukanmu. Cepat peluk dia, dia anakmu! Kamu adalah seorang perempuan dengan peran ganda.

Terkecuali jadi Ibu, anda juga jadi pekerja diluar sana. Setiap hari anda banting tulang mencari uang. Terkadang ada waktu dimana anda sedih. Karna saat jalan demikian cepat. Hingga anda tidak miliki saat untuk bermain dengan anak. Tuntutan ekonomi memanglah mengharuskan anda bekerja.

Maklum, upah suamimu tidak cukup untuk penuhi keperluan keluarga. Anda serta suami setuju, untuk keduanya sama kerja. Serta sangat terpaksa menitipkan anak pada orangtua. Karna kalian tidak mampu bayar Baby Sister.

Hidup sehari-hari merasa sama. Pergi jam 7 pagi, pulang jam 7 malam. Anda nyaris tidak sempat ada saat buat anak. Setiap berjumpa anak, anakmu segera lari peluk anda. Dia katakan kangen. Namun anda hanya dapat senyum pilu. Karna di hari itu, anda mesti selekasnya kerja. Anakmu katakan menginginkan pergi tamasya. Dia menginginkan berjalan-jalan sama anda.

Beli mainan serta makan es cream bareng. Namun anda hanya dapat menjanjikan, ” iya serta iya “, tak tahu kapan itu berlangsung. Karna anda benar-benar begitu repot. Begitu juga suamimu. Jadi untuk menghibur hati anakmu, anda katakan agar anakmu pergi makan es cream sama kakek-neneknya saja, atau sepupunya, atau omnya.

Baca Juga: Ucapan Hari Ibu

” Ibu, kapan kita berjalan-jalan seperti dahulu sekali lagi? Adek pengin beli robot-robotan kaya miliki Aska. Adek pengin beli es cream juga. Mari Ma kita berjalan-jalan. Ajak Ayah juga! ” Kata anakmu merengek. ” Kapan ya, Dek? Ibu serta Ayah banyak kerjaan. Bagaimana bila Adek perginya sama Kakek saja? Atau sama Om Iman tuch! Kelak Ibu kasih uang deh…! ” Ujarmu berupaya menentramkan anakmu, dengan sogokan uang. ” Tidak mau, Ma! Adek maunya sama Ibu serta Ayah. Adek kan kangen… Ibu serta Ayah repot selalu. Jahat! ” Cetus anakmu mulai ngambek. ” Aduh, Adek… Ibu serta Ayah kerja kan buat cost sekolah Adek… Iya iya… bagaimana bila kelak malam kita pergi ke toko mainan, beli robot-robotan? ”

Katamu menentramkan anakmu sekali lagi. ” Janji ya, Ma? ” Waktu mendengar pengucapan ini. Anda cuma tersenyum serta mengangguk. Rasa-rasanya berat untuk memiliki komitmen tepati janji di waktu anda repot sekali kerja.

Leave a Reply