Geguritan bahasa jawa – Dalam kamus umum Indonesia, geguritan berasal dari kata “gurit” yang berarti syair atau sajak. Sementara dalam kamus Baoesastra, geguritan juga berasal dari kata “gurit” yang memiliki pengertian kidung atau tulisan. Dan dalam kamus kawi Indonesia juga diungkapkan bahwa geguritan berasal dari kata “gurit” yang berarti goresan atau dituliskan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian geguritan adalah sebuah karya seni atau sastra dalam bentuk puisi yang dituliskan dengan menggunakan bahasa jawa dan dalam membawakan atau membacakannya biasanya dilagukan dengan tembang atau pupuh yang sangat merdu dan indahserta diiringi oleh gamelan.

geguritan-bahasa-jawa

Di Indonesia, geguritan bahasa jawa telah ada sejak zaman dahulu. Ketika zaman dulu, biasanya para pujanggalah yang sering membuatnya. Mereka membuat geguritan bahasa jawa sebagai bentuk sindiran kepada raja atau penjajahan colonial yang berkuasa.

Para penulis atau pencipta gegurutan bahasa jawa ini biasanya disebut atau dikenal dengan istilah penggurit. Dalam menciptakan atau menulis sebuah geguritan, para penggurit ini menggunakan bahasa jawa yang tinggi dan menggunakan majas-majas. Kadang penciptaan geguritan bahasa jawa ini mampu membuat orang yang kiranya akan disindir dalam isi geguritan ini biasanya tidak akan merasa tersindir. Malahan dari mereka banyak yang ikut serta dalam menembangkan geguritan tersebut.

Sekarang ini geguritan jawa menjadi lebih bebas dalam berkembang karena tidak terikat oleh aturan-aturan yang rumit dan bebas dibuat oleh siapa saja yang ingin membuatnya. Padahal ketika zaman dulu, geguritan hanya boleh dibuat oleh para pujangga saja dan harus sesuai dengan aturan-aturan yang mengikatnya. Nah, itulah sedikit perbedaan mengenai geguritan zaman dahulu dan sekarang.

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, geguritan juga mengikuti selera atau kebutuhan masyarakat saat ini. Salah satu factor penyebab perkembangan geguritan sesuai selera masyarakat adalah berkembangnya penggunaan bahasa dalam masyarakat dari masa ke masa. Puisi jawa atau lebih dikenal dengan sebutan geguritan yang saat ini berkembang bersifat lebih bebas dan juga mempunyai tipografi yang tinggi.

Dalam menuliskan geguritan sama halnya dengan ketika kita menulis sebuah puisi modern saat ini dan biasanya dibuat berdasarkan dari pengalaman penulis atau penggurit itu sendiri. Meskipun dalam penulisan dan penggunaan bahasanya bebas, namun perlu diperhatikan pemilihan katanya agar tetap indah dan benar.

Leave a Reply