Tana Toraja terkenal dengan beragam tradisi hingga pesona kebudayaan yang masih kental dan dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Bahkan, di Tana Toraja selalu menyimpan cerita yang begitu unik bagi setiap para pengunjungnya. Selain bisa menyaksikan keindahan alamnya dan melihat tradisi kebudayaannya, pengunjung juga bisa belajar mengenal Tana Toraja di Museum Ne’Gandeng. Di musium tersebut, Anda bisa mempelajari tradisi-tradisi unik di Toraja.Nah,bagi anda yang masih penasaran ingin mengunjungi dan melihat pesona kebudayaan di museum ini bisa menghubungi penyedia explore toraja untuk kesini.

Nama musim ini begitu unik yaitu Ne’Gandeng yang berasal dari nama leluhur di Tana Toraja yang telah meninggal pada tanggal 3 Agustus 1994. Musim ini didirikan oleh Yayasan Keluarga Besar Ne’Gandeng yang terletak di tengah pesawahan di desa Palangi, kecamatan Sa’danBalusu.

Salah satu anak bungsu dari Ne’Gandeng yang bernama Petrus Pasulu mengatakan bahwa di museum ini awalnya merupakan lokasi pelaksanaan upacara pemakaman Ne’Gandeng yaitu Rambu Solo atau pemakaman secara meriah. Museum Ne’Gandeng dibangun karena sebagai salah satu bentuk penghormatan yang diberikan untuk leluhur. Karena semasa hidupnya Ne’Gandeng sangat mempedulikan kehidupan masyarakat sekitar seperti usulan listrik untuk masuk ke desa. Di museum, Anda akan menemukan sebuah pondok permanen yang bentuknya seperti rumah adat Toraja. Pondok tersebut dibangun dengan maksud sebagai tempat penginapan tamu atau keluarga yang datang melayat. Di pondok ini selain digunakan oleh keluarga Ne’Gandeng untuk melaksanakan upacara pemakaman adat juga digunakan bagi masyarakat yang akan menggelar acara serupa.

Untuk menuju ke museum terlebih dahulu para pengunjung harus melewati jembatan Ne’Gandeng yang telah dibangun oleh Yayasan Keluarga Besar Ne’Gandeng tersebut. Lokasi museum ini tidak terlalu jauh dari kota Rantepao jaraknya hanya sekitar 10 kilometer dengan menggunakan kendaraan pribadi. Di sekitar perjalanan menuju museum Ne’Gandeng terlihat pemandangan sawah di sepanjang jalan yang begitu indah. Setelah tiba di museum, para pengunjung diperkenankan untuk naik tongkonan. Saat menaiki tongkonan tersebut, Anda bisa melihat isi dari bangunan serta melihat kawasan museum secara lebih jelas. Terdapat pemandangan seperti sawah, gunung dan pepohonan yang ada di sekitar kawasan museum.

Leave a Reply