Cara Beternak Burung Cucak Ijo hampir sama dengan   beternak burung kenari. Beternak burung cucak ijo terbilang cukup rumit dan sulit, karena pemeliharaan yang dilakukan harus intensif. Bisa dilakukan dengan mudah asal memiliki panduan yang benar dan tepat untuk menghasilkan kualitas burung yang maksimal. Yang perlu diperhatikan adalah media ternak seperti kandang, hama dan penyakit, perkawinan, pemeliharaan dan melakukan pengontrolan dengan baik. Burung cucak ijo merupakan merupakan burung kicauan terbaik dan burung hias berkualitas.

Langkah-Langkah Beternak Burung Cucak Ijo

Pemilihan Indukan Burung Cucak Ijo

Induk Jantan

  • Sudah mampu reproduksi
  • Gerakan lincah dan gesit
  • Warna tajam dan cerah
  • Bebas penyakit
  • Tidak abnormal
  • Sudah berumur 5-6 bulan

Induk Berita

  • Sudah mampu reproduksi
  • Berumur 4-6 bulan
  • Gerakan lincah dan gesit
  • Bebesar dari penyakit
  • Tidak abnormal (cacat)
  • Warna tajam dan cerah

Pengelolaan Kandang Burung Cucak Ijo

  • Kandang individu

Dibuat dari kawat besi, bambu atau rotan dengan ukuran 50 x 50 x 60 cm, dan sirkulasi udara 0,5-0,8 cm.

  • Kandang kelompok

Biasanya terbuat dari kawat jaring, jaring halus, atau bahan lain. Kandang kelompok memiliki ukuran yang lebih besar dari kandang individu, biasanya berukuran 1 x 1 x 2 m atau lebih.

Perkawinan Burung Cucak Ijo

  • Masukkan induk jantan dan betina ke dalam satu kandang yang sudah terdapat sangkar di dalamnya
  • Setelah itu diamkan beberapa hari, jika kedua induk sudah saling mengenal akan ditandai dengan kicauan-kicauan yang muncul
  • Dan biarkan selama 1 sampai 2 minggu hingga proses perkawinan selesai. Dan telah terdapat telur di dalam sangkar
  • Jika tidak artinya burung cucak ijo tidak berjodoh dan sebaiknya dipisah

Pemeliharaan Burung Cucak Ijo

  • Sanitasi

Dilakukan dengan cara membersihkan kandang setelah proses perkawinan dan pengeraman. Agar anakan burung yang akan menetas tidak terkontimasi dengan berbagai penyakit di dalam kandang.

  • Pemberian pakan

Pakan diberikan dua kali per hari, berupa BR atau pelet sesuai dengan kebutuhan burung. Dapat juga diberikan pakan tambahan berupa cacing, belalang, dan jangkrik.

  • Pemberian minum

Air minum diberikan secara teratur untuk menghindari kekurangan mineral di dalam tubuh burung. Akan lebih baik lagi jika air minum yang diberikan dicampur dengan nutrisi tambahan burung.

  • Pengendalian hama dan penyakit

Pencegahan terhadap hama dan penyakit dapat dilakukan dengan membersihkan lingkungan kandang, dalam kandang dan melakukan penyuntikan antibiotik atau tambahan nutrisi agar tidak mudah terserang hama dan penyakit burung.

Pemanenan Burung Cucak Ijo

Panen dilakukan ketika anakan burung sudah mencapai umur 23-25 setelah masa pengeraman. Proses panen dilakukan dengan cara memisahkan indukan jantan di dalam kandang lainnya, dan membiarkan induk betina dengan anaknya. Setelah dewasa atau masih anakan sudah bisa di pasarkan.

Itulah beberapa tips seputar beternak Burung Cucak Ijo, semoga dengan adanya tips-tips diatas dapat menjadikan sobat lebih tahu dan bersemangat untuk Beternak Burung Cucak Ijo.

Leave a Reply