Mengikuti kegiatan atau ekstrakulikuler di sekolah atau kampus memang hal yang berat. Apalagi bagi seorang mahasiswa. Tugas-tugas dari kampus dan laporan-laporan saja sudah banyak sekali dan sudah cukup membuat kepala pusing apalagi ketika jadwalnya nambah ikut marchingband yang latihan terus-menerus.

Saat mahasiswa masih semester satu mungkin masih bisa mengatur jadwal kuliah dan marchingband. Namun ketika sudah semester 5 ke atas pasti akan menemui kesulitan dan tabrakan jadwal dengan magang, KKN, serta focus skripsi. Kebanyakan mahasiswa semester ini pasti mengundurkan diri dan memilih dunia perkuliahan mereka. Selain itu masih ada juga alasan lainnya, yaitu:

  1. Marchingband sangat menyita waktu

Dengan latihan yang tak hanya sekali seminggu, bahkan ketika weekend pun juga direlakan waktunya untuk latihan panjang. Pagi hari untuk kuliah dan sore sampai malam untuk latihan sampai jadwal untuk mengerjakan tugas dan janji tugas kelompok pun berantakan.

alasan harus keluar marchingband

  1. Marchingband membuat capek

Sore sampai malam yang seharusnya dipakai mengerjakan tugas dan istirahat malah terpakai full latihan. Alhasil setelah latihan baru bisa mengerjakan tugas dan tidur tengah malam. Esoknya harus bangun pagi untuk kuliah mengantuk di kelas. Efeknya jadi enggak konsen. Tubuh merasa kecapekan namun ketika sudah terbiasa dengan rutin tidak akan terasa capek dan lelah.

  1. Mengingat bahwa tujuan kuliah adalah belajar bukan marchingband. Marchingband tidak boleh dinomor duakan, dan kuliah tetap nomor satu. Hal ini sering dilontarkan oleh sang pelatih marchingband. Tujuan kuliah memang untuk belajar namun haru ingat komitmen saat dulu pertama kali ingin gabung marchingband.
  2. Tidak semua pemain memiliki keahlian marchingbad. Terlalu sering diberikan materi-materi sampai mengikuti tutor asisten pelatih. Yang membuat kamu terpikirkan untuk mengundurkan diri adalah ketika kamu sudah berlatih dengan giat namun kemampuan tidak bertambah atau malah sama dengan pemain yang jarang berangkat.
  3. Gagal liburan. Kita yang sudah merencanakan liburan jauh hari sebelumnya untuk refreshing terancam gagal karena pelatih tiba-tiba mengumumkan akan diadakan karantina saat liburan. Karena sering banget kamu latihan pas weekend dan harus merelakan waktu liburannya untuk latihan lagi inilah yang kadang membuat kamu berfikir untuk meninggalkan marchingband.
  4. Kurang dukungan dari orangtua. Orangtua yang kurang atau bahkan tidak tahu mengenai marchingband akan mendukung penuh kegiatan ini karena dianggap positif, namun ada juga yang menganggap kegiatan marchingband banyak menyita waktu untuk kuliah. Dan kebanyakan orangtua menyuruh untuk kamu keluar dari marchingband . kuncinya kamu harus menyakinkan orantua kamu bahwa kuliah kamu baik-baik saja dan tidak terganggu dengan adanya marchingband.
  5. Alasan lainnya yaitu ketika kamu berada di lingkungan kelas dan teman-teman bilang bahwa kamu sok sibuk lah, nggak mau diajak jalan bareng temen-temen kelas, Atau bahkan dosen juga tidak menyukai marchingband dan mengancam buruk di nilaimu.

Banyak bukan alsan-alasan yang dipakai buat keluar dari marchingband? Akan tetapi setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

Leave a Reply