Bisa melanjutkan kuliah ke luar negeri sekarang ini sudah menjadi banyak cita-cita para remaja terutama yang baru lulus SMA. Bayangan ilmu yang banyak dengan pengalaman belajar tentunya menjadi salah satu pembeda bisa kuliah di luar negeri. Akan tetapi keterbatasan dana sering kali menjadi penghalang untuk bisa kuliah di luar negeri.

Apalagi jika sekolah di dalam negeri saja sudah sulit dengan masalah biayanya, maka bayangan kuliah di luar negeri belum lagi lebih banyak perlu biaya. Akan tetapi untuk masalah biaya ini sebenarnya bisa disiasati dengan cerdas dalam mendapatkan beasiswa sekolah ke luar negeri.

beasiswa sekolah ke luar negeri

Apalagi untuk sekarang ini telah banyak yang menawarkan beasiswa ke luar negeri mulai dari pemerintah sampai swasta, yang penting disini anda bisa mendapatkannya. Lalu bagaimana untuk bisa mendapatkannya, berikut ini kami tulis kan tipsnya.

Pertama, dapatkan beasiswa dengan jalur khusus. Jalur khusus disini bukan berarti cara mendapatkannya yang kurang baik, maksudnya dengan memanfaatkan kenalan atau kontak yang dipunyai. Misalnya jika anda mempunyai kakak angkatan yang kuliah di tempat kuliah yang dituju maka bisa memanfaatkan hal tersebut sekedar untuk bertanya pengalaman beasiswa yang ada disana secara khusus. Selain itu melakukan lamaran langsung ke kampus yang dituju juga bisa dilakukan untuk bertanya apakah ada jalur beasiswa khusus secara independen atau yang lainnya.

Kedua, percaya diri dan jangan minder. Tips untuk bisa mendapatkan beasiswa sekolah ke luar negeri yaitu dengan meluruskan niat dengan percaya diri dan jangan sekali-kali minder. Jangan minder hanya karena bahasa inggris yang masih kurang atau nilai IPK yang kecil. Banyak contoh orang-orang sukses dengan nilai IPK yang biasa saja atau bahasa inggris yang terbatas ternyata bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri yang diharapkan.

Dan kunci untuk semua itu adalah mempunyai rasa percaya diri yang kuat dalam diri. Kesungguhan tekad anda bisa menjadi pembeda akan berhasil tidaknya untuk mendapatkan beasiswa yang diharapkan. Contoh mudahnya seperti Rhenal Kasali atau Yohanes Surya yang berhasil mendapatkan beasiswa ke luar negeri padahal dalam hal bahasa inggris yang dimiliki pada waktu mendaftar bisa dibilang pas-pasan.

Leave a Reply